Selasa, 27 Maret 2012

Pengertian dan Faktor Faktor Penyebab Autisme

Pengertian Autisme
Autisme berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Penyandang autisme seakan-akan hidup di dunianya sendiri. Instilah autisme diperkenalkan sejak tahun 1943 oleh Leo Kanner, sekalipun kelainan ini sudah ada sejak berabad-abad yang lampau.

Dahulu dikatakan autisme merupakan kelainan seumur hidup, tetapi kini ternyata autisme masa kanak-kanak ini dapat dikoreksi. Tatalaksana koreksi harus dilakukan pada usia sedini mungkin, sebaiknya jangan melebihi usia 5 tahun karena diatas usia ini perkembangan otak anak akan sangan melambat. Usia paling ideal adalah 2-3 tahun, karena pada usia ini perkembangan otak anak berada pada tahap paling cepat.

Menurut Mudjito, autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi dan berinteraksi sosial serta mengalami gangguan sensoris, pola bermain dan emosi. Dapat disimpulkan bahwa autisme adalah gangguan perkembangan yang khususnya terjadi pada masa kanak-kanak yang membuat seseorang tidka mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Faktor Penyebab Autisme
Sampai saat ini para ahli belum menentukan penyebab pasti mengapa seorang anak menjadi autisme. Beberapa ahli berpendapat autisme merupakan sindroma yang disebabkan oleh berbagai penyebab seperti:
a. Faktor genetik
diduga karena adanya kromosom (ditemukan 5-20% penyandang autisme) seperti kelainan kromosom yang disebut syndrome fragile-x/

b. Kelainan otak
adanya kerusakan atau berkurangnya jumlah sel syaraf yang disebut sel purkinye.

c. Kelainan Neurotransmitter
terjadi karena impuls listrik antar sel terganggu alirannya. Neurotransmitter yang diduga tersebut adalah serotine (kadarnya tinggi dalam darah ± 30% penyandang autisme) dan dopamine (diduga rendah kadar darahnya pada penyandang autisme)

d. Kelainan Peptida di otak
dalam keadaan normal, glutein (protein gandum) dan kasein (protein susu) dipecah dalam usus menjadi peptida dan asam amino. Sebagian kecil peptida tersebut diserap di usu dan kemudian beredar dalam darah. Bila berlebihan akan dikeluarkan melalui urin dan sebagian lainnya akan disaring kembali saat melewati batang otak sehingga yang masuk kedalam otak hanya sedikit (khususnya gliadorphin, turunan peptida glutein dan casomordophin turunan pepsida kasein).

e. Komplikasi saat hamil dan persalinan
komplikasi yang terjadi seperti pendarahan pada trimester pertama yaitu janin yang disertai terispnya cairan ketuban yang ebrcampur feses dan obat-obatan yang diminum ibu selama masa kehamilan.

f. Kekebalan tubuh.
Terjadi karena kemungkinan adanya interaksi gangguan kekebalan tubuh (autoimun) dengan faktor lingkungan yang menyebabkan autisme.

g. keracunan
keracunan yang banyak dicurigai adalah karena keracunan logam berat timah hitam (Plumbun), arsen, antimony, cadmium, dan merkuri yang berasal dari polusi udara, air ataupun makanan.



sumber : http://www.anakluarbiasa.com/ArtikelAnakLuarBiasa

Jumat, 24 Juni 2011

Mitos Autisme

Mitos

KELIRU: Autisme disebabkan cara pengasuhan yang salah dari orangtua
BENAR:  Autisme BUKAN kondisi emosional dimana anak menjauh dari orang tuanya tetapi merupakan akibat perkembangan neurobiologist di otak dan karena itu TIDAK disebabkan oleh cara pengasuhan yang salah.
KELIRU: individu autistik tidak bisa merasakan dan menyalurkan emosi mereka, kecuali emosi marah atau senang.
BENAR:  Individu autistik TIDAK kehilangan kemampuan untuk mempunyai hubungan emosional dan bisa diharapkan untuk mengembangkan kepekaan emosional seperti individu lain pada umumnya.
KELIRU: Semua individu autistik sebaiknya mengikuti terapi xxx, xxx. Kalau tidak autisme mereka akan makin parah.
BENAR:   TIDAK ada satu pun terapi yang dapat dipakai untuk memperbaiki SEMUA gejala pada SEMUA individu. Penanganan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, sehingga penanganan pada setiap individu tidak dapat disama-ratakan.
KELIRU:  Setiap individu autistik pasti punya kemampuan khusus yang melebihi individu lain pada umumnya.
BENAR: Individu autistik TIDAK selalu mempunyai kemampuan jenius. Mereka berkembang seperti individu lain pada umumnya, dengan kecerdasan yang bervariasi, bakat yang berbeda-beda, dan kesempatan yang tidak sama.
KELIRU:  Autisme adalah sebuah penyakit mental.
BENAR:  Autisme BUKAN penyakit mental dan penyandang autis TIDAK cacat mental.

Pengertian Autisme

Pengertian


1. Apa itu autisme?


Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.


2. Apa saja gejalanya?


Gejala individu autistik yang harus muncul (salah satu atau kesemuanya) adalah gangguan interaksi kualitatif, gangguan komunikasi yang tidak diusahakan diatasi dengan kemampuan komunikasi non-verbal, dan perilaku repetitif terbatas dengan pola minat, perilaku dan aktifitas berulang.


3. Bagaimana mendiagnosa autisme?


Walaupun tidak ada satu tes khusus yang tersedia untuk mendiagnosa gangguan perkembangan ini, melalui observasi kriteria-kriteria spesifik dapat ditegakkan satu diagnosa konsensus.


4. Siapa yang berwenang menegakkan diagnosis bahwa seseorang itu autistik?


Apakah seseorang dapat dinyatakan sebagai individu autistik atau tidak, ditentukan melalui tahapan wawancara mendalam dengan orang-orang yang mengasuh anak dan paham akan perkembangan anak di tiga tahun pertama kehidupannya, observasi serta interaksi dengan anak tersebut.


Dokter dan psikolog biasanya adalah profesi-profesi yang dijadikan ujung tombak penanganan individu autistik. Profesi lain seperti guru, terapis, maupun pihak saudara, serta orangtuanya sendiri dan anggota masyarakat umum memegang peranan penting dalam memberikan data mengenai kondisi anak sehari-hari secara detil.


5. Apa penyebab autisme?


Sampai saat ini, apa yang menjadi penyebab gangguan spektrum autisme ini belum dapat ditetapkan. Negara-negara adikuasa yang sanggup melakukan penelitian menyatakan bahwa penyebab gangguan perkembangan ini merupakan interaksi antara faktor genetik dan berbagai paparan negatif yang didapat dari lingkungan.


6. Apa saja penanganan yang tersedia bagi individu autistik di Indonesia?


Berbagai terapi terbukti membantu meningkatkan kualitas hidup individu autistik. Penanganan yang sudah tersedia di Indonesia antara lain adalah terapi perilaku, terapi wicara, terapi komunikasi, terapi okupasi, terapi sensori integrasi, pendidikan khusus, penanganan medikasi dan biomedis, diet khusus. Penanganan lain seperti integrasi auditori, oxygen hiperbarik, pemberian suplemen tertentu, sampai terapi dengan lumba-lumba juga sudah tersedia di beberapa kota besar.








7. Apa saja kemungkinan pendidikan bagi mereka?


Individu autistik tidak berbeda dengan individu lain non-autistik. Artinya, kecerdasan setiap individu sangat bervariasi.. Karena tingkat kecerdasan setiap individu berbeda, intensitas gejala autistik yang ada pada setiap individu juga tidak sama, maka kemungkinan pendidikan bagi individu autistik bervariasi dari ‘bisa mencapai pendidikan setinggi-tinggi mungkin’, sampai ‘tidak bisa dididik tetapi hanya dapat dilatih saja’.


Setiap individu berbeda.


8. Bagaimana prognosa bagi individu autistik?


Prognosa dan hasil akhir tergantung banyak aspek, antara lain: jumlah dan intensitas gejala, usia deteksi, jenis dan intensitas penanganan, serta peranan orang tua dalam generalisasi penanganan ke dalam kehidupan sehari-hari.


Hasil akhir penanganan, tidak dapat diprediksi karena merupakan interaksi banyak sekali faktor. Penanganan merupakan perjuangan panjang dan perlu kerja keras tak terputus sebelum memberikan hasil yang efektif efisien.


9. Adakah kemungkinan bagi individu autistik untuk “sembuh”?


Karena autisme merupakan gangguan perkembangan dan bukan suatu penyakit, penggunaan istilah “sembuh“ menjadi kurang tepat. Yang lebih tepat adalah bahwa individu autistik dapat ditatalaksana agar bisa berbaur dengan individu lain di masyarakat luas semaksimal mungkin, dan pada akhirnya dapat beradaptasi dengan berbagai situasi yang juga dihadapi orang lain pada umumnya.


10. Apakah penggunaan istilah ‘penderita autisme’ sudah tepat?


Istilah ‘penderita’ untuk menggambarkan masing-masing anak, jelas kurang bijak. Anak-anak ini tidak sedang menderita.


Lebih bijak bila kita mengacu pada ‘perbedaan individual’ setiap anak dan pada akhirnya atas dasar melihat ciri-ciri unik setiap anak tersebut kemudian menyebut mereka sebagai ‘individu autistik’.


11. Ada berapa orang individu autistik di Indonesia saat ini di tahun 2008?


Indonesia belum pernah melakukan survei berkaitan dengan jumlah individu autistik, karena alasan biaya dan tenaga kerja. Akibat belum dilakukannya survei tersebut, tentu saja kita tidak bisa memastikan berapa jumlah prevalensi individu autistik di Indonesia. Belum ada satu pun lembaga resmi di Indonesia yang memiliki angka prevalensi kejadian individu autistik di Indonesia di tahun 2008 sesuai fakta di lapangan.


12. Apakah betul terjadi peningkatan jumlah individu autistik?


Di Amerika, Inggris, Australia, pemerintah setempat sudah melaksanakan survei untuk mengetahui jumlah individu autistik dari tahun ke tahun. Di Indonesia, indikator peningkatan baru dapat diperoleh dari catatan praktek dokter – yang dari menangani 3-5 pasien baru per tahun, kini menangani 3 pasien baru setiap hari dan itu pun dibatasi – dan catatan penerimaan siswa di sekolah-sekolah. Sulit mendapatkan angka di Indonesia mengingat bahwa belum ada sensus secara resmi, belum meratanya diagnosis bagi anak-anak ini, dan keengganan sebagian orangtua mengakui bahwa putra/i-nya adalah individu autistik.


13. Di keluarga saya tidak ada yang autistik, jadi kami sebaiknya berbuat apa?


Mengetahui adanya gangguan perkembangan dan memahami ciri khas mereka ini akan sangat membantu individu autistik dan keluarganya dalam beradaptasi dengan lingkungan masyarakat umum.


14. Apa yang keluarga dengan anak autistik harapkan dari masyarakat dan lingkungan?


Keluarga dengan individu autistik sejak anak masih balita sudah mengalami banyak kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, penyesuaian, menghadapi tuntutan masyarakat. Tingginya biaya penanganan dan sulitnya mendapatkan kesempatan pendidikan juga merupakan tekanan bagi orangtua.


Keluarga sangat mengharapkan lingkungan dan masyarakat dapat bersikap lebih empatik terhadap perjuangan mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya, memahami kesulitan mereka, sehingga tidak mengolok-olok perilaku individu autistik atau menyalahkan orangtua bila individu autistik bersikap tidak seharusnya.


Semua orang tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi dilahirkan sebagai individu autistik.


Semua orangtua mengharapkan anaknya lahir sempurna, tetapi ketika putra/i-nya ternyata tidak sempurna, orangtua juga tidak bisa berbuat lain selain melanjutkan kehidupan sebaik mungkin.


Keluarga dengan individu autistik membutuhkan pengertian dan kesempatan, bukan belas kasihan ataupun umpatan.

Praktisi Autisme

Praktisi Autisme

PSIKIATER ANAK:
Dr. Melly Budhiman, SpKJ
RS MMC
Jl. H.R Rasuna Said Kav. C 20-21, Kuningan, Jakarta 12940
Tlp : 021 520 3435, Fax : 021 520 3417-527 6903
Website : www.rsmmc.co.id;  Imel:   mmc@rsmmc.co.id
RS Omni Medical Center
Jl. Pulomas Barat VI No. 20,  Jakarta 13210
Tlp. 021 4723332, 021-47222719 (Hunting) Fax. 021-4718081
Dr. Dwidjo Saputro, SpKJ
RS Graha Medika

Jl. Raya Perjuangan Kebon Jeruk Jakarta Barat (11530)Tlp 021-5300887-9   Fax 01-5300876
DR. Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ
RS Pantai Indah Kapuk
Jl. Pantai Indah Utara 3, Pantai Indah Kapuk – Jakarta utara (14460 )
Telp. (021) 588 0911 – 588 5188
Dr. Ika Widyawati, SpKJ
RS Pondok Indah

Jl. Metro Duta Kav. UE,  Jakarta Selatan
Tlp: 021-7657525. ext. 1300,    Fax: 021-7502324
RS Cipto Mangunkusumo, bagian psikiatri
Jl. Diponegoro no. 71 – Jakarta 12740
Tlp. 337559
Praktek di rumah:
Taman Meruya Ilir J 1 no. 22 – Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Tlp. 584 5359
Dr. Gitayanti, SpKJ
Klinik Pela Kebayoran

Jl. Pela No.9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp. 021 726 2849 / 722 6440 / 7091 1966
Fax. 021 726 2849
Dr. Sasanti Yuniar, SpKJ
RSUD Dr. Soetomo / FK Univ. Airlangga – Surabaya

Tlp. 031-550 1669
Praktek Pribadi:
Jl. Ketintang Permai BA 18, Wonokromo, Surabaya.
Tlp. 031-8280 114
DOKTER SPESIALIS ANAK:
Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K)
Klinik Anakku Kelapa Gading
Jl. Raya Mandiri Tengah Blok M4D Kav. 1-2,
Kelapa Gading Permai (Pasar Mandiri belakang Mal Kelapa Gading)
Tlp. 021-4529498, 021-7079005, Fax 021-45857313,
Imel: klinik.kgp@anakku.net
RS Cipto Mangunkusumo, bg. Ilmu Kesehatan Anak
Sub. Neurologi Anak

Jl. Salemba no. 6 – Jakarta Pusat
Tlp. 314 91 61
Dr. Iramaswaty Kamarul, SpA
Klinik KTK RSAB Harapan Kita

Jl. Let Jen S. Parman kav. 87
Tlp. 5668 284  ext. 583,  567 2191
Dr. Irawan Mangunatmadja, SpA(K)
Klinik Anakku Pondok Pinang
Ruko Pondok Pinang Center Blok B No. 18-20,
Jl. Ciputat Raya – Jakarta Selatan
Tlp.021-751 4353, Fax. 021- 751 1726,
SMS. 0815 1470 2656,
Imel klinik.ppc@anakku.net
Dr. Setyo Hansryastuti (Andri)
Klinik Anakku BSD City

Ruko Golden Madrid 2 Blok I-8, Jl. Letnan Sutopo
(depan Pasar Modern BSD) — BSD City – Tangerang
Tlp. 021-531  64830, 021-7091 3227, Fax. 021-531 64831,
Imel:  klinik.bsd@anakku.net
PSIKOLOG
Dra. Adriana S. Ginanjar, MS
Jl. Mulawarman no. 3 – Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Tlp. 021-722 0153.  Fax. 021-727 91 606
Perjanjian:  0818 7777 18
Dra. Vitriani Zumarlis, MPsi
Klinik Anakku Pondok Pinang
Ruko Pondok Pinang Center Blok B No. 18-20,
Jl. Ciputat Raya – Jakarta Selatan
Tlp.021-751 4353, Fax. 021- 751 1726,
SMS. 0815 1470 2656,
Imel klinik.ppc@anakku.net
Dra. Ike R. Sugianto, psi.
Klinik Anakku Greenville

Kompleks Greenville Blok BG No. 14-15, Jakarta 11510.
Tlp 5669211, Fax 5669212
www.infoterapi.com
-  Imel:  untukike@yahoo.com
Dra. Vonny Susanti, MPsi
Ruko Taman Meruya Plaza II Blok A2.
Kompleks Taman Meruya Ilir, Jakarta Barat 11620
Tlp / Fax 5861075
Dra. Dyah Puspita, MSi.
Jl. Cipinang Kebembem I no. 6 – Jakarta 13230

Terapi Autis NTB & Bali

Terapi Autis NTB & Bali

NUSA TENGGARA BARAT  (NTB)
Pusat Terapi Love Kids (F. Agus Margono)
Danau Towuti no. 18, BTN Pagutan Permai, Mataram.
Tlp.  0370-647390.  HP  0818 036 29787
Lembaga Pelatihan Autis ANAK NEGERI  (Ibu H. Rahmawati) Jl. Gora no. 6, Sindu Cakranegara, Mataram, NTB.
Tlp. 0370-632207
YTAL Anak Lombok, Mataram  ( Ir. H. Wuryantoro )
Jl. Danau Tempe no. 24, Perumnas Tj. Karang Ampenan NTB.
Tlp. 0370-634432
BALI
Perhimpunan Peduli Autisme Bali
(Bp. Achmad Amara Putra & Ibu Ayu )

Jl. A. Yani no. 237, Denpasar 80115. Tlp 0361-422990.
HP: 0818 05400 108.

Terapi Autis Sumatera

Terapi Autis Sumatera

SUMATERA UTARA

Yayasan Tali Kasih (Ibu Sari dan Bpk. Rudyanto)
Jl. Sei Alas no. 18, Medan.
Tlp. 061-4523643
Yayasan Ananda Karsa Mandiri / YAKARI  (Ibu Juniwati)
Jl. Abdullah Lubis / Sei Putih no. 30, Medan 20154.
Tlp. 061-4524 839. HP  0819 897998
Pelita Kasih (Bpk. Ponijo, SPd)
Jl. Kapten Muslim Komp. Griya Riatur Indah Blok A no. 37, Helvetia
Medan.
Tlp. 061-8477 656.   HP 0813 7071 0089
YAKITA (Ibu Rani Tambunan)
Hayam Wuruk Medical Center
Jl. Hayam Wuruk no. 11B Lt. 2,
Medan 20154.
Tlp. 061-4151996 – Fax 061-415 6412.
Imel  ranitambunan@hotmail.com
Puspa Hati (Ibu Leni Suhartoyo, SPd)
Jl. Sunda no. 18, Kel. Bantan, Pematang Siantar.
Tlp. 0622-433 708.  Fax. 0622- 432 399

SUMATERA BARAT

Yayasan Pengembangan Potensi Anak – Padang
Jl. Parak Gadang Raya no. 28, Padang.
Tlp. 0751-33375.
Yayasan Harapan Bunda
Jl. Elang Raya no. 14, Air Tawar Barat, Padang.
Tlp. 0751-7878 436
Yayasan Buah Hati Ibu (Ibu Meirita)
Perumahan Cemara I – CC2, Tepi Banda Gadang RT 01 / RW 03,
Nanggalo Gunung Panggilun, Padang 25126.
HP 0812 672 4307
Yayasan Bina Anak Mandiri – Sekolah Khusus Autis
Jl. Kompl. Pondok Karya II blok A no. 5
Kec. Kota Tengah, Padang
Tlp. 0751-7874578
Jl. Teuku Umar no. 538, Kel. Balai-Balai,
Kota Padang Panjang.
Tlp. 0752-82003
Jl. Galanggang Tingga no. 78A, Kec. Lubuk Sikarah,
Kota Solok,
Tlp. 0755-7703195
Jl. Sudirman no. 57, Kel. Jawi-Jawi,
Kota Pariaman,
Tlp. 0751-7847745
YPPA – Solok (Ibu Iin)
Jl. A. Yani no. 75  VI Suku Lubuk Sikarah – Solok.
Tlp. 0755-22673

RIAU

Pusat Pelatihan Terapi “Anak Mandiri” (Ibu Rovanita)
Jl. Bangau 31, Sukajadi, Pekanbaru
HP  0813 821 02436
Pusat Terapi Autisma “Cantika” (Ibu Ida Nurhayati)
Jl. Kapling III / 19, Pekanbaru 28282
Tlp. 0761-37785
Yayasan Cinta dan Harapan Nasyiwa Kids (Ibu Hj. Ir. Milly M. Ganda Mustika) – Komp. Perkantoran Sudirman Raya Blok D12 A
Pekanbaru.  Tlp. 0761-849934.  Fax 0761085808
Yayasan Permata Hati Pekanbaru (Desna Yurida, SPd) – Jl. Punai no. 7, Kel. Kampung Melayu, Kec. Sukajadi, Pekanbaru.
Tlp. 0761 – 7054441.  HP  0813 65520 523
Special Kids (Bpk. Johannes Purwanto)
Jl. Pawon no. 18, Pekanbaru.
Tlp. 0761-7075 126. HP  0813 78525255
Imel  specialkids_first@easy.com
Yayasan Bina Insani Nur-Aini
(Wijns Marleen Louisa dan Tri Gunadi)
Jl. Selamat Gg. Makmur no. 4, Labuh Baru Timur,
Pekanbaru 28291.
Tlp. 0761-566686.
Imel:  yayasan.nuraini@yahoo.com

JAMBI

Yayasan Bunga Bangsa (Ibu Hartiti)
Jl. R. Bachsan Siagian no. 21, The Hok Jambi.
Tlp. 0741-55032.  HP 0812 781 2401
Kiddy Autism Centre  (Bpk. Abdullah Zahid, SPsi).
Jl. Kolonel Amir Hamzah no. 48, RT 02 / RW 01,
Telanaipura, Jambi 36122.
HP  0819 254 8706

SUMATERA SELATAN

Yayasan Bina Autis Mandiri (dr. Muniyati)
Jl. Suhada no. 44, RT 24 / 08. Kampus Palembang.
Tlp. 0711-357414   HP  0812 737 8008
Yayasan Thiafin Mandiri (Ibu Helni Susnani)
Jl. Merak,
Kelurahan Karang Raja, Kacapiring
Prabumulih, Palembang.
Tlp: 0812 7100 780 / 0852 6893 5588
Klinik Autis Anakku (Dr. Lisa Cahyapratiwi).
Komp. Ruko no. 6, Jl. Ahmad Yani, Plaju, Palembang.
Tlp. 0711-511 292.    HP 0815 355 2351
Yayasan Permata Hati (Ibu Hasanah, SAg.)
Jl. Kol. H. Burlian / Jl. Taman Sari no. 06 RT 01/ RW 01,
Palembang.
Tlp. 0711-21666
Bina Potensi Kasih Ananda  (Ibu Subiarti, SE, SPsi, MKes)
Jl. HM  Nurdin Panji  km. 7 – Karya Baru – Palembang
0711-7081122, 0711-419556

LAMPUNG

Yayasan Bina Harapan Bangsa Lampung (Isnul Amri)
Jl. Dr. Susilo Gg. Rajawali RT16 no. 21
Pahoman, Bandar Lampung
Tlp.  0721-7158331, 081367460041
Email: ybhbl_autisme@yahoo.com

BATAM

Lembaga Pendidikan JOSHUA  (Bpk. Benny Suwandi, SH)
Komplek Nagaya Paradise Centre blok P no. 14
Batam.
Tlp 0778-700 1688,  HP  0812 777 1938.
Imel: beny_suwandi@yahoo.com.sg
Yayasan Putra Kami (Yul Everi SPd)
Komplek Anggrek Mas Blok I no. 38,
Batam Centre.
Tlp. 0778 – 463913.  HP  0856 656 2004

BENGKULU

Yayasan La Sipala Bina Wicara – Bengkulu (Bpk. M. Ruchyat)
Jl. Lematang no. 36, Padang Harapan, Bengkulu.
Tlp. 0736-21666